Wisata

Waterpark di Subang yang Bikin Liburanmu Jadi Seru

Waterpark di Subang yang Bikin Liburanmu Jadi Seru

7 Waterpark di Subang yang Bikin Liburanmu Jadi Seru

Waterpark di Subang yang Bikin Liburanmu Jadi Seru Kabupaten Subang, Jawa Barat, banyak memiliki tempat rekreasi air, satu diantaranya waterpark. Ada beberapa waterpark di Subang yang kece dan hebat untuk berlibur kamu.

Waterpark di Subang ini ada yang berwujud kolam renang dengan sarana permainan simpel, atau dengan sarana permainan komplet. Berikut 7 referensi waterpark di Subang yang membuat berliburmu menjadi hebat.

Rekomendasi Waterpark di Subang

Berikut ini rekomendasi 7 waterpark di Subang yang bisa kalian kunjungi:

1. Kumpay Waterpark

Kumpay Waterpark adalah tempat rekreasi air yang cukup terkenal di Subang. Disaksikan dari akun Instagram @kumpaywaterparkofficial, waterpark ini diperlengkapi bermacam sarana permainan hebat, seperti seluncuran lebar untuk melaju bersama rekan, ada pula seluncuran panjang yang melawan, sampai pertunjukan busa.

Buat beberapa anak disiapkan permainan lebih aman, seperti seluncuran kecil, ember tumpah, kolam arus, dan kolam untuk anak.

  • Harga tiket: Rp 35 ribu (weekday), Rp 45 ribu (weekend)
  • Jam buka: Sabtu-Kamis (Jumat libur), pukul 09.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Kampung Caringin RT 15 RW 04, Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

2. Sari Ater Waterpark

Sari Ater Waterpark ada di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Di sebut dengan Sari Ater Hot Spring karena sediakan kolam air panas. Ada pula sarana permainan air seperti perosotan dan perahu. Tujuan rekreasi ini mempunyai sejumlah kolam yang masing-masing memerlukan ticket berlainan.

  • Harga tiket: Rp 20 ribu sampai Rp 75 ribu per orang bergantung kolam yang di pilih
  • Jam buka: Senin-Sabtu pukul 09.00-16.30 WIB, Minggu pukul 08.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Jalan Sariater No 36, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

3. Planet Waterboom

Planet Waterboom ialah taman air yang di perlengkapi bermacam sarana permainan hebat. Tempat ini pas di datangi bersama keluarga atau beberapa anak. Di sini ada banyak perosotan panjang yang hebat.

Beberapa anak bisa main di kolam anak yang di perlengkapi sarana perosotan kecil, ember tumpah, patung binatang, dan bermacam pancuran. Orang dewasa bisa juga ajak anak bermain dalam permainan ombak atau kolam arus.

  • Harga tiket: Senin-Jumat Rp 30 ribu, Sabtu Rp 35 ribu, Minggu & hari libur Rp 40 ribu
  • Jam buka: 08.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Jalan Brigjen Katamso No 18A, Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

4. Kolam Renang Bintang Fantasi

Taman air setelah itu Bintang Fantasi. Tempat ini tambah ialah kolam renang yang dapat di pakai untuk olahraga atau selingan semata-mata. Ada banyak perosotan yang dapat di coba.

3 tipe kolam yang dapat di tentukan, yakni kolam anak dan kolam arus yang pas untuk bermain bersama keluarga. Ada pula kolam prestasi yang di pakai untuk olahraga.

  • Harga tiket: Rp 25 ribu-Rp 50 ribu
  • Jam buka: 08.00-18.00 WIB
  • Lokasi: Jalan M Tjetje Dzakaria, Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

5. Kolam Renang Ciheuleut

Kolam renang Ciheuleut ialah taman air yang pas di datangi bersama anak dan keluarga. Di sini, ada banyak kolam pada kedalaman berlainan dan perosotan untuk anak.

Di samping itu, ada kolam pemancingan ikan untuk kalian yang hoby mancing. Namun untuk mendokumentasikan peristiwa, di sini di sediakan beragam spot photo menarik.

  • Harga tiket: Rp 20 ribu
  • Jam buka: 08.00-16.00 WIB
  • Lokasi: Jalan Emo Kurniaatmaja, Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Baca juga: 4 Rekomendasi Wisata di Marunda

6. Rubina Waterpark

Rubina Waterpark benar-benar pas bila ingin ajak beberapa anak berlibur. Di kutip dari situs Juara Subang punya Pemkab Subang, waterpark di teritori perkebunan karet ini situasinya sejuk dan mempunyai panorama menarik. Namun di dalamnya ada kolam renang dewasa, anak, dan sarana permainan.

Sejumlah sarana yang ada di antaranya perosotan, ember tumpah, dan pertunjukan busa. Di Rubina Waterpark ada juga taman kelinci yang pasti menggembirakan pengunjung. Namun Untuk beberapa pengantar, ada food court tempat menanti sampai pengunjung usai bermain.

  • Harga tiket: Rp 20 ribu (tambah Rp 5 ribu jika masuk taman kelinci)
  • Jam buka: 08.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Jalan Raya Situbiuk, Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

7. Kolam Renang Three Stars

Kolam Renang Three Stars ialah opsi untuk kalian yang cari taman air pada harga murah, tapi menyenangkan dan nyaman. Namun Beberapa anak dapat bermain di beberapa sarana dan kolam anak, dan pengunjung dewasa berenang di tempat lainnya. Kolam di sini mempunyai atap, hingga tidak harus cemas terik panas pada siang hari.

  • Harga tiket: Rp 15 ribu
  • Jam buka: 07.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Jalan Otto Iskandardinata Nomor 222, Karanganyar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Sejarah Pura Uluwatu Daya Tarik Lokasi

Sejarah Pura Uluwatu Daya Tarik Lokasi

Sejarah Pura Uluwatu Daya Tarik Lokasi, beserta Rutenya

Sejarah Pura Uluwatu Daya Tarik Lokasi Pura Luhur Uluwatu, sering di singkat sebagai Pura Uluwatu, adalah salah satu pura kahyangan jagat di Bali yang sangat penting dan di hormati. Pura ini di percaya di bangun pada abad ke-11 oleh Mpu Kuturan, seorang pendeta Hindu dari Jawa yang datang ke Bali untuk menyebarkan ajaran Hindu. Beliau juga di kenal sebagai pendiri beberapa pura penting lainnya di Bali.

Pura Uluwatu di bangun di atas tebing yang menjorok ke laut setinggi sekitar 70 meter. Posisi pura yang spektakuler ini menunjukkan pentingnya lokasi dalam kepercayaan Hindu Bali, di mana tempat-tempat suci sering kali di bangun di lokasi yang tinggi dan memiliki pemandangan yang luar biasa. Selain itu, pura ini juga terkait dengan legenda Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta suci yang melakukan perjalanan spiritual ke Bali pada abad ke-16. Beliau di anggap sebagai salah satu tokoh penting dalam penyebaran ajaran Hindu di Bali dan di anggap mencapai moksa (pelepasan roh) di Pura Uluwatu.

Daya Tarik Pura Uluwatu

1. Keindahan Alam

Salah satu daya tarik utama Pura Uluwatu adalah pemandangan alamnya yang menakjubkan. Pura ini terletak di atas tebing tinggi yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, memberikan pemandangan laut yang luas dan indah. Wisatawan sering datang ke sini untuk menyaksikan matahari terbenam yang spektakuler, di mana langit berubah warna dengan gradasi merah, oranye, dan ungu yang menakjubkan.

2. Arsitektur Tradisional

Pura Uluwatu memiliki arsitektur khas Bali yang sangat memukau. Pura ini terdiri dari beberapa pelinggih (tempat pemujaan) yang di hiasi dengan ukiran-ukiran yang indah dan rumit. Gerbang masuk pura, yang di sebut Candi Bentar, merupakan salah satu elemen arsitektur yang paling mencolok, dengan dua sisi yang simetris dan di hiasi dengan patung-patung penjaga.

3. Pertunjukan Tari Kecak

Salah satu atraksi budaya yang paling terkenal di Pura Uluwatu adalah pertunjukan Tari Kecak. Tari ini biasanya di lakukan pada sore hari menjelang matahari terbenam, dengan latar belakang pemandangan laut yang menakjubkan. Tari Kecak menceritakan kisah epik Ramayana dan melibatkan puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar dan mengeluarkan suara “cak” yang ritmis. Pertunjukan ini sangat menarik dan memberikan wawasan tentang budaya dan tradisi Bali.

4. Satwa Liar

Di sekitar area Pura Uluwatu, pengunjung dapat melihat banyak kera liar yang berkeliaran. Kera-kera ini menjadi daya tarik tersendiri, meskipun pengunjung di sarankan untuk berhati-hati karena kera-kera tersebut bisa agresif dan suka mengambil barang-barang milik pengunjung.

Lokasi Pura Uluwatu

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pura ini berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Denpasar dan sekitar 15 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Lokasi yang strategis membuat Pura Uluwatu mudah di akses oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya Bali.

Baca juga: Wacana Bebas Visa bagi Turis Indonesia ke Korea Selatan

Rute Menuju Pura Uluwatu

1. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai

Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Anda dapat mencapai Pura Uluwatu dengan mobil atau taksi dalam waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas. Rute yang bisa Anda ambil adalah sebagai berikut:

  • Keluar dari bandara dan ikuti jalan raya menuju Jimbaran.
  • Dari Jimbaran, ikuti jalan menuju selatan ke arah Ungasan.
  • Setelah sampai di Ungasan, ikuti petunjuk jalan menuju Pura Uluwatu yang akan membawa Anda melalui Jalan Raya Uluwatu.

2. Dari Kuta dan Seminyak

Jika Anda berangkat dari Kuta atau Seminyak, perjalanan menuju Pura Uluwatu akan memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. Berikut rute yang bisa Anda tempuh:

  • Dari Kuta, ikuti jalan raya menuju Jimbaran.
  • Dari Jimbaran, ikuti jalan menuju selatan ke arah Ungasan.
  • Setelah sampai di Ungasan, ikuti petunjuk jalan menuju Pura Uluwatu yang akan membawa Anda melalui Jalan Raya Uluwatu.

3. Dari Denpasar

Jika Anda berangkat dari Denpasar, perjalanan menuju Pura Uluwatu akan memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. Berikut rute yang bisa Anda tempuh:

  • Dari pusat kota Denpasar, ikuti jalan raya menuju selatan ke arah Kuta.
  • Dari Kuta, ikuti jalan raya menuju Jimbaran.
  • Dari Jimbaran, ikuti jalan menuju selatan ke arah Ungasan.
  • Setelah sampai di Ungasan, ikuti petunjuk jalan menuju Pura Uluwatu yang akan membawa Anda melalui Jalan Raya Uluwatu.

Tips Berkunjung ke Pura Uluwatu

  1. Berpakaian Sopan: Sebagai tempat ibadah, pengunjung di wajibkan untuk berpakaian sopan. Pura Uluwatu menyediakan selendang dan kain yang dapat di pinjam untuk menutupi bagian tubuh yang terbuka.
  2. Waspada terhadap Kera: Kera di sekitar pura sering kali tertarik pada barang-barang kecil seperti kacamata, topi, atau ponsel. Pastikan Anda menyimpan barang-barang berharga dengan aman dan berhati-hati saat berada di dekat kera.
  3. Datang Sebelum Matahari Terbenam: Untuk menikmati keindahan matahari terbenam di Pura Uluwatu, di sarankan untuk datang sekitar satu atau dua jam sebelum matahari terbenam. Ini akan memberi Anda waktu yang cukup untuk menjelajahi pura dan menemukan tempat yang bagus untuk menyaksikan matahari terbenam.
  4. Bawa Air Minum: Cuaca di Bali bisa sangat panas dan lembap, jadi pastikan Anda membawa cukup air minum untuk tetap terhidrasi selama kunjungan Anda.
  5. Ikuti Pertunjukan Tari Kecak: Jika memungkinkan, jangan lewatkan kesempatan untuk menonton pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu. Pertunjukan ini biasanya di mulai sekitar pukul 18.00 dan berlangsung selama sekitar satu jam.

Kesungguhan Amsterdam Melawan Turis

Kesungguhan Amsterdam Melawan Turis

Kesungguhan Amsterdam Melawan Turis, Kapal Pesiar Di larang Masuk

Kesungguhan Amsterdam Melawan Turis Amsterdam, ibu kota Belanda yang terkenal dengan kanal-kanalnya yang indah dan arsitektur bersejarahnya, kini sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola dampak pariwisata massal. Dalam upaya menjaga kualitas hidup warganya dan melestarikan lingkungan, pemerintah kota Amsterdam telah mengambil langkah drastis dengan melarang kapal pesiar besar untuk masuk ke pusat kota. Keputusan ini menjadi bukti kesungguhan Amsterdam dalam melawan dampak negatif pariwisata berlebihan yang telah meresahkan warga dan merusak lingkungan.

Latar Belakang Masalah

Selama bertahun-tahun, Amsterdam telah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di dunia, menarik jutaan turis setiap tahun. Wisatawan datang untuk menikmati keindahan kanal-kanalnya, museum-museumnya yang terkenal, serta kehidupan malam yang semarak. Namun, dengan semakin banyaknya jumlah wisatawan, berbagai masalah mulai muncul.

Polusi, keramaian yang berlebihan, dan kerusakan lingkungan menjadi isu utama yang di hadapi oleh kota ini. Penduduk lokal merasa terganggu dengan lonjakan jumlah turis yang memenuhi jalan-jalan dan kanal-kanal mereka. Selain itu, kapal pesiar besar yang berlabuh di pelabuhan Amsterdam membawa ribuan penumpang sekaligus, menambah keramaian dan polusi di kota ini.

Keputusan Melarang Kapal Pesiar

Dalam upaya untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah kota Amsterdam telah memutuskan untuk melarang kapal pesiar besar masuk ke pusat kota. Langkah ini di ambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi dampak negatif pariwisata massal dan melindungi kualitas hidup warga.

Kapal pesiar besar yang sebelumnya berlabuh di dekat pusat kota kini akan di arahkan ke pelabuhan yang lebih jauh dari pusat. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi jumlah turis yang tiba sekaligus dan mengurangi tekanan pada infrastruktur kota. Selain itu, langkah ini juga di harapkan dapat mengurangi polusi udara dan air yang di sebabkan oleh kapal-kapal besar tersebut.

Dampak Larangan Kapal Pesiar

Keputusan ini tentunya memiliki dampak yang signifikan bagi sektor pariwisata Amsterdam. Bisnis yang bergantung pada turis kapal pesiar, seperti restoran, toko-toko suvenir, dan agen perjalanan, mungkin akan merasakan penurunan pendapatan. Namun, pemerintah kota meyakini bahwa langkah ini penting untuk jangka panjang demi menjaga keberlanjutan kota.

Selain itu, larangan ini juga memberikan sinyal kuat kepada dunia bahwa Amsterdam serius dalam upaya melindungi lingkungan dan kualitas hidup warganya. Langkah ini dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain yang juga menghadapi masalah serupa akibat pariwisata massal.

Upaya Lain dalam Mengelola Pariwisata

Larangan kapal pesiar hanyalah salah satu dari serangkaian langkah yang di ambil oleh Amsterdam untuk mengelola dampak pariwisata. Pemerintah kota juga telah memperkenalkan berbagai kebijakan lain, termasuk:

  1. Pembatasan Akomodasi Sewa Jangka Pendek: Pembatasan pada platform seperti Airbnb untuk mengurangi jumlah akomodasi turis di daerah perumahan.
  2. Peningkatan Pajak Pariwisata: Meningkatkan pajak bagi wisatawan untuk mendanai infrastruktur dan layanan publik.
  3. Kampanye Kesadaran: Mengedukasi wisatawan tentang perilaku yang bertanggung jawab dan menghormati budaya lokal.
  4. Pengelolaan Keramaian: Mengatur aliran turis ke berbagai atraksi utama untuk menghindari penumpukan di satu tempat.

Reaksi Masyarakat dan Dunia Internasional

Keputusan untuk melarang kapal pesiar masuk ke pusat kota mendapatkan berbagai reaksi dari masyarakat dan komunitas internasional. Banyak penduduk lokal yang menyambut baik langkah ini, menganggapnya sebagai tindakan yang di perlukan untuk mengembalikan ketenangan dan kualitas hidup mereka. Mereka berharap dengan berkurangnya jumlah turis, lingkungan kota akan menjadi lebih bersih dan nyaman untuk di tinggali.

Di sisi lain, industri pariwisata dan beberapa pengusaha yang bergantung pada turis kapal pesiar merasa khawatir dengan dampak ekonomi dari kebijakan ini. Mereka mengkhawatirkan penurunan jumlah pengunjung yang dapat mempengaruhi bisnis mereka. Namun, beberapa pihak juga memahami bahwa langkah ini di perlukan untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang kota Amsterdam.

Di tingkat internasional, keputusan Amsterdam juga menarik perhatian banyak kota lain yang menghadapi masalah serupa. Beberapa kota besar yang juga menjadi destinasi populer mulai mempertimbangkan langkah-langkah serupa untuk mengelola dampak pariwisata massal. Langkah Amsterdam bisa menjadi model bagi kota-kota tersebut dalam mencari keseimbangan antara mempromosikan pariwisata dan menjaga kualitas hidup warganya.